Di negara mana saja buah wuni dapat ditemukan dan apa nama lokalnya?

 Buah wuni atau buni (Antidesma bunius) adalah spesies pohon yang tumbuh di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Australia. Pohon ini memiliki tinggi sekitar 15-30 meter dan kayunya digunakan sebagai bahan bangunan. Buahnya berukuran kecil, berwarna merah hingga hitam, dan memiliki rasa manis-asam yang khas. Buah wuni dapat dimakan mentah, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol. Selain itu, buah wuni juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, seperti mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2, provitamin A, mineral besi, dan antosianin. Antosianin adalah senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelindung pembuluh darah.



Sejarah dan Penyebaran Buah Wuni


Nama ilmiah buah wuni, Antidesma bunius, berasal dari nama ilmuwan Jerman-Belanda Georg Eberhard Rumphius yang tinggal 45 tahun di Ambon. Ia adalah salah satu orang pertama yang mendeskripsikan buah ini dalam karyanya, Herbarium Amboinense, pada tahun 1743. Nama epitheton bunius diduga berasal dari nama lokal buah ini di Ambon, yaitu bunis.


Buah wuni memiliki banyak nama lokal di berbagai daerah, seperti huni (Sunda), uni (Jawa), onded atau huni wera (Madura), katakuti atau kutikata (Maluku), bune (Sulawesi Selatan), bignai (Filipina), dan Chinese laurel, Queensland cherry, salamander tree, wild cherry, atau currant tree (Inggris). Buah ini termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan, karena kurang populer dibandingkan buah-buah lainnya. Namun, buah ini masih dapat ditemukan di beberapa tempat, seperti taman, hutan, atau toko online maupun offline yang menjual bibitnya.


Cara Menanam dan Merawat Buah Wuni


Buah wuni dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran setinggi 1.400 mdpl. Pohon ini menyukai tanah yang subur, gembur, dan berdrainase baik. Buah wuni dapat diperbanyak dengan beberapa cara, seperti biji, stek, atau cangkok. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menanam dan merawat buah wuni:


- Jika menggunakan biji, pilihlah biji yang segar dan berasal dari buah yang sudah matang. Rendam biji dalam air hangat selama 24 jam, lalu tanam dalam pot yang berisi campuran tanah dan humus. Siram secara teratur dan biarkan biji berkecambah selama 2-3 minggu.

- Jika menggunakan stek, pilihlah cabang yang sehat, berdiameter 2-5 cm, dan berusia lebih dari 95 hari. Potong cabang sepanjang 15-20 cm dan buang daun-daun di bagian bawah. Tanam stek dalam pot yang berisi campuran tanah dan pasir. Siram secara teratur dan biarkan stek berakar selama 2-3 bulan.

- Jika menggunakan cangkok, pilihlah cabang yang sehat, berdiameter 2-5 cm, dan berusia lebih dari 95 hari. Buat sayatan melingkar di kulit cabang sepanjang 2-3 cm dan buang kulitnya. Balut bagian yang disayat dengan media yang lembab, seperti lumut, serbuk kayu, atau sabut kelapa. Tutup dengan plastik dan ikat kedua ujungnya. Biarkan cangkok berakar selama 2-3 bulan.

- Setelah bibit memiliki akar yang kuat, pindahkan ke lahan yang sudah disiapkan. Jarak tanam antara pohon sebaiknya 6-8 meter. Buah wuni adalah tumbuhan dioecious, yang artinya bunga jantan dan betina tumbuh di pohon yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan setidaknya dua pohon untuk mendapatkan buah. Pilihlah pohon yang sudah berbunga dan pastikan ada pohon jantan dan betina di sekitar.

- Lakukan pemangkasan secara berkala untuk membentuk kanopi dan merangsang pertumbuhan cabang. Buang cabang-cabang yang mati, sakit, atau mengganggu. Pemangkasan dapat dilakukan setelah panen atau sebelum musim hujan.

- Berikan pupuk organik, seperti kompos, kotoran hewan, atau pupuk hijau, setiap 3-4 bulan sekali. Pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi bagi pohon. Jangan berikan pupuk kimia, karena dapat merusak tanah dan mengurangi kualitas buah.

- Siram pohon secara teratur, terutama pada musim kemarau. Jangan biarkan tanah terlalu kering atau terlalu basah. Pastikan tanah memiliki drainase yang baik agar tidak tergenang air. Jika perlu, buat saluran air di sekitar pohon untuk mengalirkan air berlebih.

- Lindungi pohon dari hama dan penyakit yang dapat merusak buah, seperti ulat, kutu, jamur, atau bakteri. Gunakan pestisida organik, seperti sabun, cuka, atau bawang putih, untuk mengusir hama. Jika terjadi serangan yang parah, gunakan pestisida kimia yang sesuai dengan jenis hama atau penyakitnya. Ikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang tertera pada kemasan. Jangan semprot pestisida saat pohon sedang berbunga atau berbuah, karena dapat meracuni buah dan mengganggu serangga penyerbuk.

- Panen buah wuni saat sudah matang, yaitu berwarna merah hingga hitam. Buah wuni dapat dipetik satu per satu atau dipotong tangkainya. Simpan buah dalam wadah yang bersih dan kering. Buah wuni dapat bertahan selama 2-3 hari di suhu ruang atau 1-2 minggu di kulkas.


Manfaat Buah Wuni untuk Kesehatan


Buah wuni memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, berkat kandungan gizi dan senyawa aktifnya. Berikut adalah beberapa manfaat buah wuni yang dapat Anda rasakan:


- Meningkatkan daya tahan tubuh. Buah wuni mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan imunomodulator. Vitamin C dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, infeksi, dan peradangan. Vitamin C juga dapat membantu penyerapan zat besi, pembentukan kolagen, dan penyembuhan luka.

- Menjaga kesehatan mata. Buah wuni mengandung provitamin A yang dapat diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Vitamin A adalah nutrisi penting untuk kesehatan mata, karena dapat mencegah kekeringan, infeksi, dan kebutaan malam. Vitamin A juga dapat melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV dan cahaya biru.

- Menjaga kesehatan kulit. Buah wuni mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Vitamin E dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, sinar UV, dan polusi. Vitamin E juga dapat membantu regenerasi sel kulit, mengurangi keriput, dan memperbaiki luka.



Source: 

(1) Buni (pohon) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Buni_%28pohon%29.

(2) Buni, Buah Pohon Langka yang Berkhasiat Tinggi. https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/sosial/buni-buah-pohon-langka-yang-berkhasiat-tinggi.

(3) Buah buni - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_buni.

(4) 7 Manfaat Buah Buni, Efek Samping, dan Kandungannya. https://doktersehat.com/gaya-hidup/gizi-dan-nutrisi/buah-buni/.

(5) Tanaman Langka Buah Buni, Antidesma bunius L Spreng. https://www.planterandforester.com/2020/07/tanaman-langka-buah-buni-antidesma.html.

(6) Antidesma bunius - Socfindo Conservation. https://www.socfindoconservation.co.id/plant/546.

(7) en.wikipedia.org. https://en.wikipedia.org/wiki/Antidesma_bunius.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita di Balik Buah Delima: Asal Usul, Budaya, dan Mitos

Bagaimana Cara Membedakan Vanili Asli dan Palsu?

Bagaimana Proses Pembuatan Bubuk Vanili dari Polong Vanili?

Bagaimana Cara Mengonsumsi Buah Yuzu dan Apa Saja Resep Kuliner yang Menggunakan Buah Yuzu?

Tantangan dan Peluang dalam Industri Vanili Saat Ini

Sejarah Penemuan dan Penyebaran Vanili di Dunia

Apa Saja Manfaat Kesehatan dan Kecantikan dari Vanili?

Jenis-Jenis Vanili dan Perbedaannya

Manfaat Daun Buah Wuni untuk Kesehatan dan Kecantikan